Diduga Melakukan Union Busting, PT. Kharisma Wirajaya Palma berlindung dibalik wabah Corona

Diduga Melakukan Union Busting, PT. Kharisma Wirajaya Palma berlindung dibalik wabah Corona

KSBSI.ORG:: Bermula pada tanggal 02 April 2020 sehari setelah Pegawai Disperinker kab. Kampar melakukan verifikasi ke PT. Kharisma Wirajaya Palma pada 01 Maret 2020 atas permohonan pencatatan Serikat Buruh PK FKUI KSBSI PT. kharisma Wirajaya Palma Bahwa pada tanggal 10 Maret 2020, Pengurus Komisariat FKUI KSBSI PT Kharisma Wirajaya Palma dipanggil oleh managemet untuk menghadap ke Kantor Pusat PT Kharisma Wirajaya Palma tanpa maksud dan tujuan yang jelas dan tanpa ada pertemuan kemudian disuruh kembali pulang. Kemudian esoknya sudah tidak diperbolehkan bekerja.

Baca juga:  RUU Omnibus Law Cipta Kerja dari Perspektif Ekonomi , KSBSI Gelar Konsolidasi Judical Review UU Cipta Kerja, Tiga Konfederasi Terbesar di Indonesia Siap Aksi Tolak Omnibus Law Akhir April Ini,

Selanjutnya pada tanggal 04 April 2020 menagement PT. Kharisma Wirajaya Palma mengeluarkan surat PHK kepada Pengurus Komisariat FKUI KSBSI PT Kharisma Wirajaya Palma yaitu sdr. Albet librer Sitorus (ketua), Yakub (sekretaris) dan Wakidi (penasehat) tanpa alasan yang jelas, dan atas hal tersebut pengurus FKUI KSBSI PT. kharisma Wirajaya Palma bersama DPC FKUI KSBSI kampar telah menyurati perusahaan sebanyak 2 kali untuk meminta bipartit namun perusahaan tidak bersedia dengan alasan Covid-19, dan alasan tersebut kontradiktif dengan kondisi perusahaan yang tetap beroperasional seperti biasa di tengah Pandemi Corona.

Bahwa atas tindakan PHK sepihak kepada pengurus tersebut patut diduga managemet telah melakukan tindakan Union Busting/pemberangusan Serikat sebagaimana yang diatur dalam Pasal 28 UU 21/2000 tentang Serikat Buruh.

Atas hal tersebut PK FKUI KSBSI PT. kharisma Wirajaya Palma bersama DPC FKUI KSBSI kampar juga telah melaporkan hal ini kepada Pengawas Ketenagakerjaan Propinsi Riau namun belum ditindaklanjuti

Pada tanggal 20 April 2020 Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar telah melakukan pemanggilan kepada pihak pekerja dan Pengusaha untuk melakukan pembinaan, namun setelah pihak pekerja berada di Kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar management perusahaan membatalkan kehadiran melalui Via Telepon kepada pegawai dinas dengan alasan PSBB yang ditetapkan pemerintah.

Tindakan managemet yang tidak mau tau atas permasalahan ini sangat disayangkan karena seperti yang diketahui bersama bahwa pabrik masih berjalan sebagaimana biasanya walaupun kita sedang mengalami bencana Nasional Covid 19 namun pengusaha justru melakukan tindakan-tindakan yang dapat diduga sebagai tindakan Union Busting,

Hari ini anggota PK FKUI KSBSI PT. kharisma Wirajaya Palma melakukan mogok kerja dan unjuk rasa dengan menjaga jarak sebagai bentuk penolakan terhadap tindakan pemerintah. Mereka sangat prihatin dengan tindakan Managemet yang melakukan PHK ditengah2 dampak Covid 19 dimana semua orang sedang dalam keadaan susah, Managemet sangat tidak memiliki hati nurani.

Adapun tuntutan nya adalah agar managemet memperkerjakan kembali Pengurus FKUI KSBSI PT. kharisma Wirajaya Palma yang telah di Putus Hubungan kerjanya, tidak melakukan intimidasi dan tekanan dalam bentuk apapun kepada anggota FKUI KSBSI yang bekerja di PT. kharisma Wirajaya Palma.sumber: wartaoke.net

Komentar