Di Tengah Covid-19, Ribuan Buruh Malah Ancam Demo DPRD Kalsel

Di Tengah Covid-19, Ribuan Buruh Malah Ancam Demo DPRD Kalsel

KSBSI.ORG:Saat ada larangan mengumpulkan massa, ancaman demo bakal bergerak ke Kantor DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, Rabu (22/4). Aksi itu siap dilakukan untuk menolak pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

Baca juga:  Diduga Melakukan Union Busting, PT. Kharisma Wirajaya Palma berlindung dibalik wabah Corona, Serikat Buruh Pro Jokowi Kecewa Omnibus Law Masih Dibahas,

“Surat rencana aksi ini sudah dikirim ke DPRD Kalsel,” kata perwakilan Aliansi Pekerja Buruh Banua, Yoeyoen Indharto. Surat ditujukan ke Sekretariat DPRD Provinsi Kalsel 15 April 2020 lalu.

 

 

Buruh masih menuntut hal yang sama, yakni mendesak DPR RI melalui anggota dewan di Kalsel agar menghentikan pembahasan Omnibus Law.

 

“Harusnya pemerintah memikirkan bagaimana agar wabah corona dapat segera berakhir,” ujarnya.

 

Aksi massa ini akan diikuti Aliansi DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kalsel, DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kalsel dan Korwil Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kalsel.

 

Baca juga :  Rela Tak Kuliah, Para Mahasiswi Ikut Sampaikan Aspirasi Depan DPRD Kalsel

“Rencananya sekitar 4.000 orang buruh se-Kalsel yang akan ikut dalam aksi unjuk rasa itu,” tegas Yoeyoen.

 

Yoeyoen memahami jika aksi ini harusnya tidak sampai terjadi, mengingat kondisi Corona yang tengah mewabah di Kalsel. Namun tidak ada pilihan lain, sebab hanya ini yang bisa dilakukan para buruh untuk menyampaikan aspirasi.

 

Bukan cuma soal Omnibus Law, Yoeyoen menyebutkan, para buruh juga menagih janji Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel yang akan memberikan insentif terhadap para buruh yang dirumahkan, atau yang kena Putus Hubungan Kerja (PHK).

 

Baca juga :  Dana Kunker DPRD Banjar Hanya Rp5 M Dialihkan Demi Tangani Covid-19

Wacana ini terungkap saat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa waktu antara buruh dengan Komisi IV DPRD Kalsel dan dinas.

 

“Sampai lewat pertengahan April tidak ada realisasi, padahal data kami sudah diserahkan,” sindirnya.

 

Sekretaris DPRD Provinsi Kalsel, HAM Rozaniansyah ketika dikonfirmasi mengenai rencana aksi para buruh tersebut mengatakan sudah mendapat kabar. “Jumat (17/4) tadi sudah terima surat tembusannya,” ujarnya.

 

Namun apakah para buruh akan benar-benar turun aksi unjuk rasa di tengah kondisi wabah Corona ini, ia belum tahu. “Kita lihat saja nanti,” pungkasnya. Sumber: apahabar.com

Komentar