Youth KSBSI: Pendemi Covid-19, Refleksi Bagi Kita Semua Untuk Menjaga Alam

Youth KSBSI: Pendemi Covid-19, Refleksi Bagi Kita Semua Untuk Menjaga Alam

Freddy Johannes Simbolon, Ketua Komite Pemuda atau Youth KSBSI menyampaikan pandemi Covid-19 yang terjadi sampai hari ini harus dijadikan refleksi bagi semua manusia. Dia menilai, asal muasal wabah ini ada akibat manusia tidak bisa menjaga keseimbangan alam. Sebab, sebelum terjadinya Covid-19 yang saat ini membuat cemas masyarakat dunia, alam sedang mengalami perubahan iklim.

Baca juga:  Bayang-Bayang RUU Ciker Ditengah Melemahnya Kekuatan Buruh,

“Kerusakan alam yang terjadi sebelumnya tak jauh dari perbuatan manusia. Contohnya ketika hutan semakin hari mengalami penyusutan, kemungkinan besar virus tersebut bermutasi ke lingkungan, masyarakat sehingga menyerang kesehatan manusia,” ujarnya, pada saat acara pembagian takjil untuk masyarakat yang hendak buka puasa, di Jakarta beberapa waktu lalu.  

Lanjutnya, Freddy mengatakan dampak Covid-19 tak hanya menngincar kesehatan manusia. Namun berimbas pada roda perekonomian dunia. Mayoritas dunia bisnis hari ini mengalami kelesuan sehingga buruh/pekerja menjadi terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan.

Untuk itulah, Youth KSBSI menyampaikan agar manusia harus sadar menjaga kelestarian alam, tidak sembarangan merusaknya. Selain itu pemerintah juga didesak tidak boleh lepas tangan terhadap persoalan buruh yang terkena PHK dan dirumahkan. 

“Salah satu program penanganan pemerintah terkait program ‘Kartu Prakerja’ sangat kami kritik, karena tidak tepat sasaran. Sampai hari ini banyak buruh yang sedang kehilangan pekerjaan sulit mengaksesnya. Bahkan dianggap tidak ada memenuhi kebutuhan buruh,” lugasnya.

Tepatnya, Youth KSBSI mendesak, ditengah masa krisis ini, pemerintah harus bisa memberikan pekerjaan alternatif untuk buruh yang sudah tak bekerja. “Atau memberikan bantuan subsidi untuk membuka usaha kecil mereka, agar perekonomiannya tidak semakin kesulitan,” tutupnya. (A1))

Komentar