Ketua KASBI Diperiksa Polisi, Alson Naibaho: Diskriminasi di Indonesia Masih Terjadi

Ketua KASBI Diperiksa Polisi, Alson Naibaho: Diskriminasi di Indonesia Masih Terjadi

KSBSI.ORG, JAKARTA – Dewan Pengurus Cabang Federasi Serikat Buruh Makanan, Minuman, Pariwisata, Restoran, Hotel dan Tembakau (DPC FSB KAMIPARHO) Provinsi DKI Jakarta menggelar giat “International Women’s Day 2021” bertajuk “Ngopi : Ngobrol Pintar Bersama Perempuan Kamiparho”.

Baca juga:  Salah Satunya, Indonesia Dinilai Gagal Menangani Krisis Pekerjaan,

Alson Naibaho, Ketua DPC FSB Kamiparho mengatakan, di Indonesia diskriminasi terhadap perempuan masih terjadi. Pernyataan Alson merujuk kepada pemeriksaan yang dilakukan Kepolisian terhadap Ketua Umum KASBI, Nining Elitos.

 

“Ibu Nining Elitos itu sekarang dilaporkan ke Polisi hanya karena aksi unjuk rasa memperingati hari perempuan se-dunia.” kata Alson Naibaho saat membuka acara IWD 2021 yang digelar Kamiparho di bilangan Duren Sawit, Jakarta, Minggu (14/3/2021).

 

Menurut Alson, diskriminisasi terhadap perempuan masih terjadi di negara ini. “Itu masih sangat nyata,” katanya.

 

“Kemarin kita sudah menangis dengan kawan-kawan kita yang ditangkap seperti yang kita unggah di youtube, Muhammad Yusri, Syahyunan dan satu anggota Kamiparho Putra Andi Nasution,” terangnya.

 

Alson mengatakan, pihaknya sudah berbicara dengan kuasa hukum ketiganya untuk mendukung perjuangan kawan-kawan yang ditangkap.

 

Berhalangan Hadir

 

Sementara itu, merespon panggilan polisi terhadap dirinya, Nining Elitos mengakui hal itu. “Iya betul. Itu pascaaksi hari perempuan sedunia, aktivis perempuan dikriminalisasi,” kata Nining dalam keterangan tertulis yang dikutip Kantor Berita Buruh dari CNN Indonesia, Jumat (12/3).

 

Nining dilaporkan atas sangkaan Pasal 169 KUHP dan/atau Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 93 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan atau Pasal 216 KUHP dan/atau Pasal 55 ayat (1) ke-1 e KUHP.

 

Dugaan tindak pidana menurut laporan polisi tersebut terjadi saat kegiatan unjuk rasa ‘Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK), KASBI, KPBI, FBTPI, FSBPRI, dan SBCSI Garut’ di Kementerian Ketenagakerjaan RI dan Kantor ILO Jakarta.

 

Nining mengatakan belum bisa memenuhi panggilan tersebut karena suatu alasan. Ia menyerahkan kepada kuasa hukum untuk menyampaikan surat resmi pada 15 Maret.

 

“Saya belum bisa hadir tanggal 15 (Maret), kuasa hukum akan memberikan jawaban surat resmi tanggal 15 (Maret) besok,” ujarnya.

 

Kronologis

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan salah satu alasan pihaknya memanggil Ketua Umum KASBI, Nining Elitos, karena tidak sinkronnya izin lokasi demonstrasi yang mereka adakan pada Senin, 8 Maret 2021.

Menurut Yusri Yunus, dalam surat pemberitahuan ke polisi, Nining mengatakan demo akan dilaksanakan di depan Gedung DPR RI.

 

“Tapi ternyata mereka arahnya tidak ke sana, tapi ke Istana atau Patung Kuda. Itu yang kami akan lakukan klarifikasi hari Senin nanti,” ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 12 Maret 2021.

 

Yusri mengatakan jumlah massa yang Nining kerahkan dalam demonstrasi itu sejumlah 300 orang. Yusri mengatakan dugaan pelanggaran protokol kesehatan di demo itu terjadi saat massa melakukan long march ke Istana Merdeka.

 

“Ada dugaan pelanggaran prokes, akan kami klarifikasi hari Senin,” kata Yusri. (*/KBB)

Komentar