Pertemuan ini menjadi momen penting bagi kedua pihak untuk berkomitmen bersama dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim yang berkeadilan bagi pekerja dan lingkungan. Salah satu output utama dari diskusi ini adalah pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah konkrit dalam implementasi just transition.
Baca juga: Perkuat Advokasi dan Perundingan, FSB KIKES KSBSI Sukabumi Gelar Pelatihan Bagi Anggota ,
KSBSI.ORG, Jakarta, 30 Juli 2025 Dewan Pengurus Nasional Federasi Serikat Buruh Kimia Industri Umum Farmasi dan Kesehatan afiliasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DPN FSB KIKES-KSBSI) hari ini menggelar pertemuan strategis dengan pengelola Kawasan Berikat Nusantara (KBN) dalam rangka menguatkan kampanye perubahan iklim dan prinsip just transition di sektor industri.
Pertemuan ini menjadi momen penting bagi kedua pihak untuk berkomitmen bersama dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim yang berkeadilan bagi pekerja dan lingkungan. Salah satu output utama dari diskusi ini adalah pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah konkrit dalam implementasi just transition.
Selain itu, kedua pihak juga sepakat menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang menjadi landasan kerjasama jangka panjang untuk memperkuat kampanye perubahan iklim serta memastikan transisi energi dan ekonomi yang adil bagi seluruh pekerja di Kawasan Berikat Nusantara.
Ketua DPN KIKES KSBSI, Binson Putba, SH menegaskan bahwa perubahan iklim adalah tantangan global yang harus dihadapi secara kolektif, dan para pekerja adalah bagian penting dari solusi.
"Melalui kolaborasi dengan pengelola KBN, kami berharap dapat mendorong kebijakan yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga menjamin kesejahteraan pekerja dalam masa transisi.” kata Binson.
Sementara itu pengelola KBN, Bernard selaku SPV HSE menyambut baik inisiatif ini. "KBN berkomitmen untuk mendukung strategi perubahan iklim yang inklusif dan berkelanjutan. Kerjasama ini menjadi langkah konkret untuk membangun masa depan industri yang hijau dan adil.” ungkapnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal sinergi yang lebih erat antara serikat pekerja dan pengelola industri dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, sekaligus mewujudkan prinsip-prinsip just transition yang adil dan berkelanjutan.
Sri Rejeki yang merupakan aktivis perempuan KIKES mengaku bahwa buruh perempuan yang lebih rentan terkena dampak perubahan iklim dan just transisi, oleh karena itu peran serta perempuan dalam kampanye ini sangat penting.
"Selanjutnya kita siapkan peta jalan untuk menjalankan kampanye perubahan iklim dan just transisi sebagai langkah awal pergerakan." Pungkasnya. (RED/Kikes).

