Nikasi Ginting ditetepakan menjadi Ketua Umum terpilih setelah penjaringan calon ketua menghasilkan suara terbanyak yakni Saut Pangaribuan dengan total sebanyak 21 suara. Namun demikian Saut Pangaribuan tidak bersedia untuk menjadi Ketua Umum karena alasan suatu hal, dengan demikian Nikasih Ginting ditetapkan menjadi Ketua Umum terpilih secara aklamasi pada Kongres VII FPE, Minggu (23/11/2025).
Baca juga: Kongres VII FPE KSBSI Resmi Dibuka Oleh Wamenaker RI di Jakarta ,
KSBSI.ORG, JAKARTA - Kongres VII Federasi Pertambangan dan Energi afiliasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FPE KSBSI) menetapkan NIkasi Ginting sebagai Ketua Umum terpilih Dewan Pengurus Pusat FPE periode 2025-2029.
Nikasi Ginting ditetepakan menjadi Ketua Umum terpilih setelah penjaringan calon ketua menghasilkan suara terbanyak yakni Saut Pangaribuan dengan total sebanyak 21 suara. Namun demikian Saut Pangaribuan tidak bersedia untuk menjadi Ketua Umum karena alasan suatu hal, dengan demikian Nikasih Ginting ditetapkan menjadi Ketua Umum terpilih secara aklamasi pada Kongres VII FPE, Minggu (23/11/2025).
Berikut sususan Kepengurusan DPP FPE periode 2025-2029,
Nikasi Ginting - Ketua Umum
Citra Kaliky - Sekretaris Jenderal
Riswan Lubis - Wakil Ketua Bidang Program
Saut Pangaribuan - Wakil Ketua Bidang Konsolidasi Indonesia Bagian Barat dan Tengah
Marjan Tusang - Wakil Ketua Bidang Konsolidasi Indonesia Bagian Timur
Amosi Telaumbanua - Wakil Sekretaris
Sih Haryanti - Bendahara
Juanda Pangaribuan - Ketua MPO
Patar Sitanggang - Anggota MPO
Abdul Kadir Nongko - Anggota MPO
John Howay - Ketua BPK
Suwandi - Anggota BPK
Isak Bukkang - Anggota BPK
Seperti diketahui, Kongres VII FPE ini mengambil tema "Buruh tangguh, Kerja aman, Keluarga Tenang". Pembukaan Kongres dihadiri lebih dari 70 peserta delegasi dan 30 anggota yang berasal dari perwakilan cabang FPE di seluruh Indonesia. Dan dibuka langsung oleh Afriansyah Noor Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI.
Dirinya menekankan bahwa negara akan hadir dalam melindungi setiap warga negaranya khusunya perlindungan terhadap kaum buruh. Ia juga menyoroti pentingnya serikat buruh dalam memperhatikan dan melaksanakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) khususnya di sektor pertambangan yang penuh dengan resiko kecelakaan kerja.
"K3 itu sangat penting, Kemenaker fokus dalam penegakan K3 di perusahaan, jangan sampai K3 muncul ketika terjadi musibah, harusnya musibah tidak terjadi kalau K3 diterapkan dengan profesiaonal." kata Afrianyah.
Afriansyah juga menyoroti tajam terhadap pentingnya dunia industri terutama sektor pertambangan dan energi tentang regulasi Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Ia mengajak serikat buruh untuk ikut bersama sama mewujudkan iklim investasi yang kondusif.
"Bantu pemerintah, karena banyak perusahaan yang ada negara ini belum menerapkannya, mereka berinvestasi namun tidak mengikuti regulasi kita." ujar Afriansyah.
Lebih lanjut, Afriansyah menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam melakukan perlindungan pekerja. Dirinya berharap serikat buruh FPE dapat solid dan kompak serta mampu berkolaborasi dengan pemerintah.
"Presiden Prabowo sangat konsentrasi dengan nasib kaum buruh Indonesia, Saya berharap dengan investasi yang aman, nyaman, dan pekerja sejahtera. Kedepan siapapun yang terpilih menjadi pengurus FPE yang baru dapat berkolaborasi dengan pemerintah." ungkapnya.
(RED/Handi)

