Rakerwil KSBSI dan Konfercab KIKES Jabar Resmi Dibuka Wakil Bupati Sukabumi

Rakerwil KSBSI dan Konfercab KIKES Jabar Resmi Dibuka Wakil Bupati Sukabumi

Rakerwil KSBSI dan Konfercab KIKES Jabar Resmi Dibuka Wakil Bupati Sukabumi, pada Sabtu (29/11/25) di Hotel Augusta Cikukulu, Sukabumi.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi KSBSI Jawa Barat terutama untuk memperkuat solidaritas, memperdalam koordinasi, serta menyusun strategi dan program kerja organisasi dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan di tahun mendatang. Melalui forum ini, seluruh peserta perwakilan federasi afiliasi KSBSI yang mempunyai anggita di Jawa Barat diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran untuk memperkuat peran serikat buruh di wilayah Jawa Barat.

Baca juga:  Beberapa Catatan Krusial di Rakerwil KSBSI Jakarta,

KSBSI.ORG, SUKABUMI - Rapat Koordinasi Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia Jawa Barat dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, pada Sabtu (29/11/25) di Hotel Augusta Cikukulu, Sukabumi.

Agenda ini juga dibarengi dengan Konferensi Cabang Federasi Serikat Buruh Kimia, Industri Umum, Farmasi, dan Kesehatan (FSB KIKES) Sukabumi. 

Dalam sambutannya, Wabup H. Andreas menyoroti perkembangan pesat dunia kerja yang dipengaruhi oleh globalisasi, perubahan teknologi, automatisasi, serta berbagai tantangan ekonomi. Menurutnya, perubahan tersebut menuntut serikat pekerja untuk tidak hanya berperan sebagai wadah perjuangan buruh, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dan dunia usaha.

Dalam konteks itu, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara serikat pekerja dan pemangku kepentingan lainnya. “Karena kita bersama meyakini bahwa kemajuan ekonomi tidak mungkin tercapai tanpa tumbuhnya dunia usaha dan kesejahteraan buruh,” ujarnya.

Wakil Bupati juga menyampaikan harapan agar pelaksanaan Rakerwil dan Konfercab ini dapat berjalan lancar, sukses, serta mampu menghasilkan keputusan terbaik bagi perkembangan organisasi dan kesejahteraan buruh.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi KSBSI Jawa Barat terutama untuk memperkuat solidaritas, memperdalam koordinasi, serta menyusun strategi dan program kerja organisasi dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan di tahun mendatang. Melalui forum ini, seluruh peserta perwakilan federasi afiliasi KSBSI yang mempunyai anggita di Jawa Barat diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran untuk memperkuat peran serikat buruh di wilayah Jawa Barat.

Sejumlah isu krusial seperti kepastian kerja, standar upah layak, jaminan sosial, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3) masih menjadi fokus utama dalam pembahasan Rakerwil. Mengingat pekerja saat ini menghadapi risiko baru akibat digitalisasi, sistem kerja fleksibel, dan persaingan tenaga kerja yang semakin ketat. (RED/handi)

Komentar