Perayaan May Day 2026 di Lapangan Monas dihadiri lebih dari 200 ribu buruh, dari beberapa konfederasi serikat pekerja/buruh di Indonesia.
Baca juga: 3 Konfederasi Serikat Buruh Deklarasi Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden,
JAKARTA, KSBSI.ORG - Elly Rosita Silaban, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) mengatakan perayaan May Day 2026, buruh akan merayakannya di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, bersama Presiden Prabowo Subianto. Acara May Day nanti, dia mengatakan Prabowo akan berpidato tentang kampanye pekerjaan platform digital, dimana isu ini bakal dibahas di Sidang Konferensi Perburuhan Internasional (International Labour Conference/ILC) ke-114, di Jenewa, Swiss, tahun 2026.
“Serikat buruh juga meminta Prabowo supaya berpidato Ratifikasi Konvensi ILO No. 190 (C190) tentang perjanjian internasional pertama yang mengakui hak setiap orang atas dunia kerja yang bebas dari kekerasan dan pelecehan, termasuk berbasis gender,” ucapnya, saat diwawancarai di Kantor KSBSI Cipinang Muara, Jakarta Timur, Senin, 27 April 2026.
Selain itu, dia menyampaikan, bahwa dalam waktu dekat ini, pemerintah akan mengeluarkan peraturan baru tentang sistem kerja kontrak (outsourcing). Karena, selama ini sistem kerja kontrak diberlakukan ke semua sektor pekerjaan dan sangat merugikan buruh.
“Mudah-mudahan, peraturan baru tentang outsourcing akan diumumkan Presiden Praboso saat Perayaan May Day 2026. Jadi tidak lagi memakai sistem kerja kontrak dibawah aturan Omnibus law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, yang selama ini ditolak buruh,” ujarnya.
Elly mengatakan posisi serikat buruh di negara ini harus mampu menjadi penyeimbang demokrasi, melalui sikap kritisnya. Namun, di era Presiden Prabowo, dia menilai pemerintah sekarang ini lebih terbuka mendengar saran dan kritik dari aktivis serikat buruh. Contohnya, DPR RI baru saja mensahkan Undang-Undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga atau UU PPRT.
Dunia hari ini sedang dihadapkan resesi global, ditambah lagi perang di kawasan Timur Tengah, antara Amerika Serikat, Israel melawan Iran, membuat perekonomian dunia terguncang. Indonesia pun ikut terdampak dari persoalan geopolitik dunia. Keadaan ekonomi negara sedang tidak baik-baik saja. Kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), masih marak terjadi, akibat lesunya roda perekonomian.
Menyikapi hal ini, Elly tak membantah jika situasi geopolitik dunia yang sedang memanas hari ini sangat berdampak pada situasi perekonomian dunia. Termasuk, Indonesia, mengalami pelemahan ekonomi. Dia menegaskan, kesulitan yang sedang terjadi ini, pemerintah tidak perlu terlalu disalahkan. Sebab, dia menilai, pemerintah bersama kabinetnya, telah bekerja keras memulihkan perekonomian negara.
“Saya pikir, peran serikat buruh dalam situasi ekonomi yang sulit ini sebaiknya memberikan saran dan kontribusi pemikiran kepada pemerintah. Misalnya, memberikan ide tentang perlindungan dan jaminan sosial, apabila buruh mengalami kasus PHK,” ungkapnya.
Ada beberapa janji Prabowo kepada buruh yang pernah disampaikan saat Perayaan May Day 2025. Diantaranya, Prabowo mengatakan akan membuat UU Ketenagakerjaan yang baru, tidak lagi dibawah Omnibus law UU Cipta Kerja. Namun, 1 tahun kemudian, publik sedang mempertanyakan janji tersebut, karena belum ada realiasinya.
Dia menjelaskan, pemerintah dan DPR RI, sebenarnya sedang membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan yang baru. Rencananya, tahun ini RUU Ketenagakerjaan bakal disahkan. Elly menyampaikan, KSBSI bersama konfederasi serikat buruh lainnya juga dilibatkan memberikan pokok pikiran dan rekomendasi tentang ketenagakerjaan. Supaya RUU Ketenagakerjaan tersebut, ketika disahkan memihak pada kepentingan buruh.
Elly mengungkapkan, memang ada beberapa janji Prabowo yang belum ditepati secara keseluruhan dalam mensejahterahkan buruh. Namun, misalnya dari 5 janji yang disampaikan, sudah 3 yang ditepati. Seperti pejuang buruh perempuan, Marsinah sudah diangkat menjadi pahlawan nasional saat Perayaan May Day 2025. Artinya, kata Elly, niat pemerintah untuk menaikan status sosial buruh itu memang ada.
“Jujur saja, hubungan serikat pekerja/serikat buruh dengan Presiden Prabowo sekarang ini memang sangat dekat. Karena Prabowo mau duduk dan berdialog bersama. Beliau mau mendengar saran dan kritik dari aktivis buruh. Hal ini sangat berbeda di era Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang terkesan tidak bersahabat dengan serikat buruh,” ujarnya.
Elly tak membantah, bahwa memang ada beberapa janji Prabowo yang belum ditepati secara keseluruhan untuk mensejahterahkan buruh. Namun, misalnya dari 5 janji yang disampaikan, sudah 3 yang ditepati. Artinya, niat pemerintah memperbaiki harkat buruh memang ada, untuk menghilangkan status kesenjangan sosial.
“Saya pribadi sangat mengapresiasi, karena memasuki tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo, beliau mau ikut Perayaan May Day bersama buruh di Lapangan Monas. Mudah-mudahan tradisi perayaan ini bisa dihadiri pemimpin negara setiap tahun.” ungkapnya.
Dikabarkan, Perayaan May Day 2026 di Lapangan Monas dihadiri lebih dari 200 ribu buruh, dari beberapa konfederasi serikat pekerja/buruh di Indonesia. Acara perayaan dimulai pukul 07.30-11.00.WIB. Presiden Prabowo Subianto hadir dan memberikan pidato orasi politik kebangsaan. Termasuk perwakilan pimpinan konfederasi serikat buruh juga diberi kesempatan orasi dihadapan buruh.
“Walau hubungan serikat buruh dengan Presiden Prabowo hari ini sangat dekat, namun KSBSI tetap menjadi serikat buruh yang independen. Kami akan tetap bersikap kritis, membangun mitra kerjasama dan mengawal program pemerintah dalam ketenagakerjaan, supaya kesejahteraan buruh bisa terwujud,” tandasnya. [ANDREAS H/REDKBB]


