Elly Rosita Silaban mengatakan, dengan adanya Museum Marsinah, KSBSI berharap perjuangan buruh ke depan semakin dihormati dan dipahami sebagai bagian penting dari pembangunan nasional.
Baca juga: Perjuangan Belum Selesai, Faizal Rakhman: May Day 2026 Harus Jadi Momen Kebangkitan Gerakan Buruh,
JAWA TIMUR, KSBSI.ORG - Elly Rosita Silaban, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) memberikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah Pahlawan Buruh di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kab. Nganjuk, Jawa Timur, hari ini Sabtu, 16 Mei 2026.
Marsinah, aktivis buruh yang dibunuh secara brutal saat memperjuangkan hak hak pekerja/buruh di Sidoarjo, secara resmi telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Pemberian gelar Pahlawan Nasional itu dilaksanakan di Istana Negara 10 November 2025 lalu melalui surat Keputusan Presiden (Keppres) No. 116/TK Tahun 2025.
Marsinah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional bersama 9 Tokoh lainnya, seperti Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) hingga Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo.
Elly Rosita Silaban, menjelaskan bahwa Marsinah bukan hanya simbol keberanian seorang pekerja perempuan yang memperjuangkan hak-hak buruh, tetapi juga simbol perlawanan terhadap pelanggaran hak normatif pekerja dan hak asasi manusia di dunia kerja.
Oleh karenanya, dengan diresmikannya museum Ibu Marsinah oleh Presiden Prabowo, Ia melihat adanya pengakuan negara terhadap sejarah perjuangan buruh Indonesia.
"Ini menjadi pengingat bagi seluruh bangsa bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh mengabaikan martabat, hak, dan keselamatan pekerja,” kata Elly dalam keterangan resmi yang dikutip, Sabtu (16/5/2026).
Elly mengatakan, dengan adanya Museum Marsinah, KSBSI berharap perjuangan buruh ke depan semakin dihormati dan dipahami sebagai bagian penting dari pembangunan nasional.
“Museum ini harus menjadi ruang edukasi bagi generasi muda, pekerja, pemerintah, dan pengusaha agar memahami bahwa hak-hak buruh diperoleh melalui perjuangan panjang,” imbuhnya.
KSBSI berharap semangat Marsinah dapat menginspirasi lahirnya hubungan industrial yang lebih adil, demokratis, bebas dari kasus-kasus pemberangusan serikat buruh atau Union Busting serta menjamin kebebasan berserikat dan perlindungan terhadap pekerja, khususnya perempuan pekerja.
“Sebagai organisasi konfederasi buruh, KSBSI menekankan kepada pemerintah bahwa penghormatan terhadap perjuangan Marsinah harus diwujudkan tidak hanya dalam simbol atau memorial, tetapi juga dalam kebijakan nyata yang berpihak pada pekerja,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Koordinator Wilayah KSBSI Jawa Timur, Achmad Soim mengisahkan perjalanan panjang mendorong pemerintah pusat menjadikan Marsinah sebagai pahlawan buruh nasional. Tahun 2013, tepatnya 28 April 2013, Korwil KSBSI Provinsi Jawa Timur menginisiasi pembangunan patung Marsinah yang merupakan simbol perjuangan buruh/pekerja.
"Saat itu Pembangunan sudah mendapat izin dari keluarga yang menempati rumah masa kecil Marsinah, yaitu Suraji,” Terang Soim. Menurutnya, dalam surat izin pembangunan patung tersebut, Kepala Desa Nglundo saat itu juga memberikan persetujuan sebagai bentuk penghormatan kepada pejuang buruh.
“Sekarang kakak Marsinah, Marsini, bertempat tinggal di Jalan Juanda, Sidoarjo, dan adik Marsinah, Wijiati, bertempat tinggal di Gresik,” Lanjut Soim.
Korwil KSBSI menilai pemerintah perlu memastikan penegakan hukum ketenagakerjaan berjalan kuat, melindungi kebebasan berserikat, menciptakan pekerjaan layak, menjamin upah yang manusiawi, serta melibatkan serikat buruh dalam setiap proses pengambilan kebijakan ketenagakerjaan dan transisi ekonomi.
Dalam peresmian ini, Elly Rosita selain didampingi Korwil KSBSI Jawa Timur, juga hadir ratusan anggota DPC afiliasi KSBSI se -Jawa Timur, meliputi DPC FSB KIKES, F HUKATAN, F LOMENIK, FSB NIKEUBA, GARTEKS, FPE, KAMIPARHO, FTA, FESDIKARI dan SEBUMI KSBSI.
Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah Pahlawan Buruh di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kab. Nganjuk, Jawa Timur, hari ini Sabtu, 16 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa aspirasi penetapan tokoh buruh sebagai pahlawan nasional datang langsung dari kalangan buruh Indonesia. Saat itu seluruh organisasi buruh telah menyampaikan satu nama yang dianggap mewakili perjuangan kaum pekerja di Indonesia, yakni Marsinah.
Prabowo mengatakan, Seluruh elemen organisasi buruh satu suara, sepakat Ibu Marsinah diusulkan sebagai pahlawan nasional. "Dan saya mendapat kehormatan untuk jadikan beliau sebagai pahlawan nasional," tandas Prabowo.
[REDHUGE/REDKBB]

