Sinergi dengan Buruh, Kapolres Garut Dorong Komunikasi dan Kerjasama dengan Serikat Pekerja/Buruh

Sinergi dengan Buruh, Kapolres Garut Dorong Komunikasi dan Kerjasama dengan Serikat Pekerja/Buruh

Silaturahmi sinergitas pekerja/Buruh dengan Kapolres Garut diikuti oleh perwakilan DPC FSB NIKEUBA-KSBSI, PK FSB NIKEUBA-KSBSI PT. Changshin Reksa Jaya, DPC KSPSI, DPC KSARBUMUSI, KASBI Garut, DPC SPN, PUK SPSI Pratama, KEP KSPSI PT. UNI, DPC FBK, SPJM, serta DPC FSPMI. (Foto: Dokumen Biro KBB Jawa Barat)

Para serikat pekerja menyambut baik komunikasi dan silaturahmi tersebut. Hubungan yang terbuka antara kepolisian dan serikat pekerja diharapkan dapat menjadi sarana membangun kepercayaan, menyelesaikan persoalan melalui komunikasi, serta bersama-sama menjaga situasi Kabupaten Garut tetap aman dan kondusif.

Baca juga:  6 Point Penting KSBSI dalam RUU Ketenagakerjaan yang Baru,

JAWA BARAT, KSBSI.ORG - Kapolres Garut yang baru, AKBP Niko N Adi Putra SH, SIK, MH, menggelar silaturahmi bersama sejumlah organisasi serikat pekerja dan buruh di Kabupaten Garut pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat komunikasi sekaligus membangun sinergi antara Kepolisian dan serikat pekerja dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kab. Garut. 

Silaturahmi tersebut dihadiri oleh perwakilan DPC FSB NIKEUBA-KSBSI, PK FSB NIKEUBA-KSBSI PT. Changshin Reksa Jaya, DPC KSPSI, DPC KSARBUMUSI, KASBI Garut, DPC SPN, PUK SPSI Pratama, KEP KSPSI PT. UNI, DPC FBK, SPJM, serta DPC FSPMI.

 Dalam pertemuan tersebut, AKBP Niko N Adi Putra menyampaikan pentingnya membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk serikat pekerja dan buruh. Menurutnya, menjaga kondusivitas bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat yang dimulai dari lingkungan paling kecil, yaitu keluarga.

 Dimulai dari Keluarga

Salah satu pesan utama yang disampaikan Kapolres Garut adalah pentingnya peran serikat pekerja untuk turut mengedukasi dan mengingatkan keluarga masing-masing agar ikut menjaga ketertiban masyarakat.  Ia mengimbau para pekerja untuk memberikan pemahaman kepada anak, saudara, dan anggota keluarga agar tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat, salah satunya penggunaan knalpot brong.

 Kapolres mencontohkan sejumlah kasus yang pernah ditanganinya terkait penggunaan knalpot brong. Menurutnya, penggunaan knalpot tersebut tidak memberikan manfaat bagi masyarakat dan justru menimbulkan kebisingan yang dapat mengganggu lingkungan serta berpotensi memicu perselisihan dan konflik.

 Karena itu, ia mengajak para serikat pekerja untuk bersama-sama memberikan edukasi mulai dari keluarga agar penggunaan knalpot yang mengganggu ketertiban dapat dicegah sejak dini.


 Cegah Narkoba dan Penyalahgunaan Obat Terlarang

Selain persoalan knalpot brong (Knalpot bersuara keras dan nyaring), Kapolres Garut juga menekankan pentingnya menjaga anggota keluarga dari narkoba dan penyalahgunaan obat-obatan, termasuk penggunaan obat  penenang secara tidak semestinya.

Menurutnya, persoalan narkoba tidak hanya berdampak kepada individu yang menggunakannya, tetapi juga dapat merusak keluarga dan lingkungan sosial. Oleh sebab itu, diperlukan pengawasan, komunikasi, serta kepedulian bersama agar generasi muda dan anggota keluarga tidak terjerumus dalam penyalahgunaan obat-obatan terlarang. 

Dalam hal ini, Serikat pekerja diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan dengan menyampaikan edukasi kepada anggota dan keluarganya mengenai bahaya narkoba serta pentingnya menjaga lingkungan dari peredaran dan penyalahgunaan obat-obatan.

 Minuman Keras Potensi Konflik 

Pesan berikutnya yang disampaikan Kapolres adalah mengenai bahaya minuman keras yang dapat memicu keributan, gangguan keamanan, hingga konflik di tengah masyarakat. 

AKBP Niko N Adi Putra mengingatkan agar masyarakat, khususnya keluarga para pekerja, dapat menghindari konsumsi minuman keras yang berpotensi menyebabkan seseorang kehilangan kendali dan melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.  Ia menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan harus dilakukan secara bersama-sama dan dimulai dari lingkungan keluarga. Dengan keluarga yang tertib dan peduli terhadap keamanan, diharapkan tercipta lingkungan kerja dan masyarakat yang semakin aman serta kondusif. 

Bangun Sinergi Polisi dan Serikat Pekerja 

Silaturahmi ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Kapolres Garut yang baru untuk membangun komunikasi langsung dengan para pimpinan dan perwakilan serikat pekerja di Kabupaten Garut.  Kehadiran berbagai elemen serikat pekerja dalam kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara kepolisian dan organisasi pekerja dalam menjaga stabilitas sosial serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif. 

Para serikat pekerja menyambut baik komunikasi dan silaturahmi tersebut. Hubungan yang terbuka antara kepolisian dan serikat pekerja diharapkan dapat menjadi sarana membangun kepercayaan, menyelesaikan persoalan melalui komunikasi, serta bersama-sama menjaga situasi Kabupaten Garut tetap aman dan kondusif. 

Melalui pertemuan tersebut, diharapkan terbangun komitmen bersama bahwa menjaga kamtibmas bukan hanya tugas kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk serikat pekerja, keluarga pekerja, dan lingkungan sekitar. 

Dengan sinergi yang kuat antara kepolisian, serikat pekerja, perusahaan, dan masyarakat, Kabupaten Garut diharapkan dapat terus menjadi daerah yang aman, tertib, nyaman, serta kondusif bagi masyarakat dan dunia kerja. 

[** SOPIAN HOER/Laporan BIRO PERWAKILAN JAWA BARAT]

Komentar