Presiden KSBSI, Elly Rosita Silaban membacakan seluruh putusan yang tertuang dalam SK Rakernas KSBSI tahun 2026.
Baca juga: Fokus Agenda RAKERNAS, KSBSI Tegaskan Tidak Ikut Gerakan Aksi Demo 27 Agustus ,
JAKARTA, KSBSI.ORG - Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) secara resmi mengangkat Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai anggota kehormatan di KSBSI. Pengangkatan itu tertuang dalam surat keputusan (SK) Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KSBSI tahun 2026 yang dibacakan Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban dalam prosesi penutupan Rakernas yang digelar di Grand Sahid Hotel.
Dalam kesempatan itu, Elly membacakan seluruh putusan yang tertuang dalam SK Rakernas KSBSI 2026, setelah melalui berbagai rangkaian agenda diskusi pertukaran gagasan serta pembahasan berbagai hal strategis organisasi apa yang telah dirumuskan dan disepakati dalam forum rakernas adalah pijakan untuk melangkah lebih jauh.
"Ini ada menyangkut masa depan kami dan juga masa depan buruh Indonesia. SK Rakernas KSBSI nomor satu tentang forum peserta, SK Rakernas KSBSI nomor dua tentang agenda acara, SK Rakernas KSBSI nomor tiga tentang dukungan terhadap UU ketenagakerjaan untuk diperjuangkan di di DPR RI. SK Rakernas KSBSI nomor empat tentang melanjutkan strategi pengelolaan keuangan demi keberlanjutan organisasi dan SK nomor lima adalah SK Rakernas tentang pengangkatan Jenderal Polisi Dr Listyo Sigit Prabowo M.Si sebagai anggota kehormatan KSBSI." kata Elly dihadapan Jenderal Sigit, Tokoh-tokoh Buruh, Dirut pelindo, Tamu-tamu undangan lainnya serta peserta Rakernas KSBSI Jumat (28/8/2026).
Sementara untuk SK Rakernas KSBSI nomor Enam tentang rekomendasi perubahan Permenaker Nomor 11 tahun 2026 tentang Pengawasan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
"Inilah Pak (Kapolri) SK yang sudah kami putuskan," tukasnya.
Elly menjelaskan kepada Jenderal Listyo Sigit, bahwa rakernas ini adalah agenda tahunan yang tersurat dalam anggaran dasar, anggaran rumah tangga (AD/ART) yang setidaknya satu kali satu tahun wajib dan harus dilaksanakan oleh Dewan Eksekutif Nasional KSBSI.
"Untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, dan mengambil keputusan, menentukan arah perjuangan KSBSI ke depan, termasuk menetapkan Bapak menjadi anggota kami." tandasnya.
Buruh Harus Siap
Sementara itu, Jenderal Listyo Sigit yang diangkat sebagai anggota kehormatan KSBSI memberikan apresiasi dan rasa terima kasihnya.
"Saya mengucapkan terima kasih. juga atas undangan untuk bisa menutup acara rakernas KSBSI yang tema-nya juga saya lihat luar biasa, 'membangun daya saing buruh Indonesia di tengah perubahan regulasi ekonomi global'. Tentunya ini juga yang beberapa waktu yang lalu setiap kita bertemu, kita selalu sampaikan bagaimana kita mempersiapkan kompetensi dan daya saing kita." ujarnya.
Untuk menghadapi situasi global yang membutuhkan kualitas SDM dan kompetensi dari SDM KSBSI, menurut Jenderal Sigit, para buruh Indonesia harus betul-betul siap menghadapi perubahan zaman, termasuk menghadapi berbagai macam tantangan teknologi dan dapat selalu bisa hadir serta memiliki daya saing dengan negara-negara lain. Buruh Indonesia tentu juga mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.
"Beberapa waktu yang lalu saya sampaikan bahwa memang kita menghadapi situasi global yang sangat berat. Dan juga perubahan landscape," beber Jenderal Sigit.
Perjalanan dari mulai teknologi masa revolusi industri sampai perkembangan dalam revolusi lima poin O dengan pengembangan dan kemampuan teknologi mulai dari robotik hingga Artificial Inteligence (AI), Jenderal Listyo Sigit mengingatkan bagaimana peran buruh untuk bisa eksis dalam situasi ini.
"Di satu sisi Secara data (perkembangan teknologi) ini memiliki potensi untuk mengurangi tenaga kerja yang cukup besar. Namun di sisi lain transformasi digital yang dilaksanakan juga menciptakan kurang lebih seratus tujuh puluh juta lapangan pekerjaan baru di seluruh dunia. Bagaimana kita semua siap untuk menghadapi hal tersebut sehingga walaupun ada perkembangan teknologi namun tetaplah pekerja/buruh adealah jantung utama dari perjalanan industri dan perkembangan industri ke depan." urainya.
Menurut Jenderal Sigit, semangat dari Serikat pekerja/buruh untuk terus eksis, terus mendorong industri Indonesia untuk betul-betul bisa terus berjalan dengan baik dan berkembang.
"Ini juga didukung juga oleh beberapa regulasi ataupun aturan yang juga disiapkan atau pun didorong oleh pemerintah, untuk mendorong, melindungi, meningkatkan kompetensi SDM dari teman-teman buruh dan utamanya bagaimana memberikan perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan bagi teman-teman buruh." terangnya.
"Mulai dari PP yang mengatur pengupahan kemudian tentang perlindungan pekerjaan rumah tangga, kemudian tentang pengesahan konvensi terkait dengan masalah pekerjaan di sektor penangkapan ikan termasuk juga masalah program jaminan sosial dan tentunya salah satu yang paling krusial saat ini adalah teman-teman buruh bersama pemerintah DPR, serta pengusaha saat ini sedang mendorong Undang-Undang Ciptaker yang diharapkan betul-betul menjawab apa yang menjadi harapan buruh, meningkatkan perlindungan terhadap buruh dan tentunya bagaimana meningkatkan kualitas kesejahteraan buruh, termasuk di dalamnya menjawab sembilan isu krusial, yang saat ini terus diperjuangkan oleh teman-teman buruh," tandas Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
[REDKBB]

