Dirgahayu ke 6 PANSER KSBSI, Tetap Digaris Depan Mengawal Bendera Organisasi

Dirgahayu ke 6 PANSER KSBSI, Tetap Digaris Depan Mengawal Bendera Organisasi

KSBSI.ORG-Jakarta, Awal cikal bakal berdirinya Pasukan Serikat Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (PANSER KSBSI) dimulai pada 2013. Pendirian organisasi ini bermula ketika beberapa tahun lalu KSBSI melakukan aksi demo terjadi insiden bendera KSBSI diinjak-injak oleh oknum serikat pekerja lain, tanpa ada yang menyelamatkan.

Baca juga:  Refleksi 28 Tahun KSBSI, Elly Rosita Silaban: Ambil Tantangan, Jangan Diam Digilas Zaman,

Akibat insiden itu, membuat aktivis KSBSI DKI  Jakarta, Dedi Hardianto, Surnardi, Sarjono waktu itu marah. Lalu mencetuskan ide mendirikan PANSER KSBSI, dengan tujuan menjaga wibawa bendera KSBSI saat aksi demo. Maka pada 28 April 2018, organisasi ini dideklarasikan sebagai sayap organisasi KSBSI dan tahun ini genap bertambah usia menjadi 6 tahun.

 

Bambang SY Koordinator Nasional (Kornas) Panser KSBSI menyampaikan rasa syukur karena tahun ini PANSER KSBSI genap berumur 6 tahun. Dalam perjalanannya, ia menjelaskan PANSER KSBSI telah memberikan kontribusi untuk kemajuan KSBSI.

 

Sekadar tahu, tugas utama PANSER KSBSI berperan digarda depan menjaga keamanan. Khususnya internal KSBSI seperti pengawalan anggota waktu aksi demo, agenda Kongres, Musyawarah Nasional (Munas) Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan kegiatan lainnya dari tingkat federasi. 

 

Ditambahkannya, PANSER KSBSI untuk wilayah DKI Jakarta telah menghasilkan 7 angkatan yang melalui pendidikan kilat (Diklat). Kemudian Kabupaten Subang sudah 2 angkatan, Kabupaten Majalengka 1 angkatan, Kabupaten Bogor 3 angkatan, Kabupaten Sidoarjo 1 angkatan dan wilayah Banten 2 angkatan mewakili federasi KSBSI.

 

Pada ulang tahun yang ke 6 ini, keluarga besar PANSER KSBSI juga mengucapkan rasa terima kasih kepada (Alm) Togar Marbun (Waktu menjabat Sekjen KSBSI tahun 2013). Sebab ketika pertama kali didirikan, Bambang mengatakan beliau sangat mendukung dan kemudian langsung diangkat menjadi Kornas.

 

“Kami juga berterima kasih kepada mas Mudhofir Khamid. Beliau berjasa ikut mendukung segala bentuk kegiatan PANSER KSBSI selama beliau 2 periode menjabat Presiden KSBSI,” pungkasnya.

 

Berapa jumlah anggota PANSER KSBSI sampai saat ini? dia menjawab wilayah Jakarta mencapai 900 orang. Untuk keseluruhan Serang-Banten ada 400 orang. Kabupaten Bogor hampir 400 orang, Majalengka mencapai 100 orang, Subang mencapai 300 orang dan Jawa Timur sekitar 100 orang, Kabupaten Sukabumi ada 200 orang.

 

“Pengurus cabang federasi diluar Pulau Jawa juga sudah meminta kami memberikan (Diklat) sekaligus membentuk PANSER-KSBSI. Seperti dari Kalimantan Barat, Garut dan Palembang. Tapi terpaksa ditunda dulu, karena pandemi Covid-19,” terangnya.

 

Seiring perkembangan zaman, pola Diklat Panser KSBSI sudah menambah materi pendidikan. Jadi tidak materi Diklat tak hanya pendidikan mental dan fisik saja. “Diantaranya sekarang ini kami sudah memasukan materi pendidikan advokasi, kepemimpinan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3),” ucapnya.

Bambang juga menjelaskan pengurus yang sudah berproses dan membesarkan Panser KSBSI sudah membuahkan hasil menjadi kader terbaik memimpin KSBSI. “Salah satunya Dedi Hardianto saat ini telah dipercaya sebagai Sekjen KSBSI,” imbuhnya.

 

Ia berharap agar Dewan Eksekutif Nasional (DEN) KSBSI ikut memperhatikan organisasi yang dipimpinnya sekarang ini. Dalam hal membantu anggaran Diklat untuk anggota. Sebab, sekarang ini Panser KSBSI, saat menjalankan agenda Diklat masih mengandalkan dana mandiri.

 

Selain itu, PANSER KSBSI juga belum memiliki legalitas sebagai sayap organisasi karena belum disahkan dalam bentuk Surat Keputusan (SK). Sementara, kebutuhan pengurus cabang-cabang federasi untuk membentuk Panser KSBSI ditiap wilayah semakin dibutuhkan. 

Untuk tantangan kedepannya, Bambang mengatakan akan terus membesarkan PANSER KSBSI sampai ke semua cabang  federasi. Walau tak bisa dibantah, pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini berdampak pengurangan anggota, akibat perusahaan banyak yang tutup.

 

“Intinya kami keluarga besar PANSER KSBSI merasa bangga, karena ikut menjaga marwah organisasi dan sudah banyak melahirkan kader-kader yang sekarang ini dipercaya posisi strategis di KSBSI,” tutupnya. (A1)

Komentar