Berita: opini


OMNIBUS LAW CILAKA MENYUSUP,  CORONA MEWABAH,  SKEPTISME BURUHPUN MELONJAK

OMNIBUS LAW CILAKA MENYUSUP, CORONA MEWABAH, SKEPTISME BURUHPUN MELONJAK

KSBSI.org: Penyakit koronavirus 2019–2020 atau dikenal sebagai wabah COVID-19  atau coronavirus disease 2019 telah menjadi momok menakutkan di dunia, termasuk di Asia. Di seluruh dunia, jumlah infeksi kasus virus corona telah mencapai 60.329 kasus per Kamis (13/2/2020), menurut data Johns Hopkins CSSE. Sedangkan jumlah korban tewas sebanyak 1.369 orang.


Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja pintu masuk liberalisasi pasar tenaga kerja

Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja pintu masuk liberalisasi pasar tenaga kerja

Apakah pelaksanaan ketentuan di bawah ini diperkenankan? upah buruh Rp. 1 juta per bulan. Bekerja 24 jam sehari tanpa istirahat. Bekerja hitungan jam jaman tanpa kontrak kerja, mau keluar masuk perusahaan tergantung kebutuhan perusahaan, mudah  recruit,  mudah PHK, tidak ada jaminan sosial dan perlindungan keamanan kerja,  dll.


Omnibus Law dan Kejujuran Melindungi Yang Lemah

Omnibus Law dan Kejujuran Melindungi Yang Lemah

KSBSI.org:Di era Global yang sarat persaingan, masing-masing negara mengkoreksi diri dan menggali keunggulan domestiknya. SDM menjadi kunci utama yang sekarang kita sebut Human Capital.


Merayakan 100 Tahun Usia ILO

Merayakan 100 Tahun Usia ILO

Merayakan 100 Tahun Usia ILO

Oleh: Rekson Silaban (Analis senior Indonesia Labor Institute)

 KSBSI.org: Tahun ini Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menapaki usia yang ke 100 tahun. Konferensi tahunan ILO yang baru saja selesai (10-21 Juni) di Geneva, Swiss menelurkan tiga hasil monumental; pertama, lahirnya Konvensi ILO baru nomor 190 mengenai Kekerasan dan Pelecehan di tempat kerja (Violence and Harassment Convention); kedua, rekomendasi ILO nomor 206 tentang panduan untuk pemerintah dalam mengimplementasikan konvensi 190 (Violence and Harassment Recommendation); yang terakhir adalah Deklarasi ILO tentang masa depan pekerjaan (Centenary Declaration for the Future of Work)

 


Sikap Ketum FSB KIKES KSBSI Terkait Wacana Revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan

Sikap Ketum FSB KIKES KSBSI Terkait Wacana Revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan

KSBSI.org: FSB Kikes KSBSI menolak terkait revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan tentang wacana mengakomodir  fleksibilitas sistem tenaga kerja di era ekonomi digital. Pasalnya, wacana fleksibilitas yang disampaikan pemerintah dan pengusaha dinilai lebih menekan pekerja dan upaya terstruktur, sehingga memiskinkan kaum pekerja.