Ridwan Kamil Dipastikan Hadir Dalam Agenda L20 Di Bandung Mendatang

Ridwan Kamil Dipastikan Hadir Dalam Agenda L20 Di Bandung Mendatang

Baharuddin Simbolon, Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (Korwil KSBSI) Provinsi Jawa Barat selaku PAC Labour 20 tengah bersiap melaksanakan perhelatan akbar Labour 20 yang akan digelar di Bandung, Jawa Barat 7 dan 8 Agustus 2022 ini.

Baca juga:  Forum Diskusi L20, Shinta W Kamdani: B20 Siap Berkolaborasi Dorong Transisi Yang Adil ,

Jawa Barat dipilih karena ada beberapa isu yang diusung pada Labour 20 berpengaruh langsung terhadap buruh dan pekerja di Jawa Barat.

“Seberapa pentingnya L20 ini dilaksanakan di Jawa Barat? Saya melihat begini, Pertama, provinsi Jawa Barat sebagai penyangga Ibukota Jakarta memiliki tenaga kerja dengan jumlah yang sangat besar, dan (kedua) memiliki perusahaan-perusahaan multinasional (PMA), artinya dari dua hal tersebut, tentu isu-isu tenaga kerja itu sangat-sangat penting untuk disampaikan pada kegiatan L20 nanti di Bali,” kata Baharuddin kepada Media KSBSI Digital Network di kantor Pusat KSBSI, Selasa (2/8/2022).

“Saya pikir betapa pentingnya, L20 harus dilaksanakan di Jawa Barat, masih saya lihat dari dua sisi tersebut.” tandasnya.

Berpengaruh Terhadap Industri di Jawa Barat

Terkait dengan 3 isu utama yang akan dibawa KSBSI pada L20 Presidensi G20 di Bali, yakni perubahan Iklim (Climate Change) di dunia kerja dan transisi yang adil (Just Transision), Perlindungan sosial dan kesejahteraan kepada pekerja Digital Platform, dan Jaminan kerja layak dan hak jaminan sosial untuk semua pekerja, dan apa pengaruhnya terhadap industri di Jawa Barat?

Baharuddin menjelaskan 3 isu utama L20 itu sangat berpengaruh pada Industri dan tenaga kerja di Jawa Barat.

“Saya pikir sangat berpengaruh, apalagi ada jumlah tenaga kerja yang sangat besar, itu ada datanya di Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat, terakhir dengan dampak covid-19, sangat banyak perusahaan-perusahaan di Jawa Barat yang kolaps. Sekarang, sebagian besar tenaga kerja itu mereka alih profesi menjadi buruh yang bergerak di bidang digital platform.” terangnya.

Banyak dari pekerja terkena PHK, imbas dari kolapsnya perusahaan tempat mereka bekerja, kini beralih profesi menjadi Supir ojek online atau berdagang di rumah melalui toko online. “Dan itu sangat banyak.” ungkapnya.

“Jadi dapat dikatakan 3 isu prioritas yang mau diangkat di L20 itu sangat berpengaruh kepada buruh atau kondisi ketenagakerjaan di Jawa Barat,” tandasnya.

Law Enforcement dan Hubungan Industrial

Namun begitu, selain daripada 3 isu prioritas tersebut, menurut Baharuddin, Jawa Barat ini perlu mengangkat isu bagaimana hubungan industrial di Jawa Barat ini bisa berjalan dengan harmonis, kemudian Law Enformcement (Kondisi Penegakan Hukumnya-nya) itu bisa dilakukan, karena ada beberapa perusahaan yang sampai detik ini juga belum melaksanakan ketentuan-ketentuan dokumen yang normatif.

“Jadi selain 3 isu prioritas itu, banyak isu-isu ketenagakerjaan di Jawa Barat. Dan itu bisa dilihat dari seringnya kawan-kawan buruh melakukan demonstrasi, apakah demonstrrasi di tingkat perusahaan maupun disampaikan melalui pemerintah daerah, Bupati, Walikota maupun provinsi,” terang Baharuddin.

“Bahkan, sering juga kita dengar, kawan-kawan buruh yang berdemo di Pusat (Jakarta) itu, itu banyak, hampir 60 persen buruhnya itu berangkat dari Jawa Barat.” terangnya.

Didukung Pemprov Jawa Barat

Pentingnya penyelenggaraan L20 di Bandung, Jawa Barat juga mendapat atensi penuh Pemerintahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Menurut Baharuddin, sejak awal Wacana penyelenggaraan L20 diundangkan, sekitar bulan April 2022 hingga akhir Juli 2022 ini, Pemprov Jawa Barat mendukung penuh perhelatan L20 Jawa Barat ini.

“Pemerintah prov. Jawa Barat melalui Sekretariat Daerah (Sekda), sudah mengeluarkan surat yang berbentuk surat dukungan bahwa pelaksanaan L20 itu akan difasilitasi ‘full’ oleh Pemprov Jawa Barat yang pelaksanaannya dilaksanakan pada 7-8 September 2022,” terangnya.

Menurutnya, surat dari Sekda itu adalah surat resmi sebagai jawaban atas surat yang dikirimkan oleh Korwil KSBSI. Surat dukungan itu ditandatangani langsung oleh Kepala Biro Pemerintah dan Otonomi Daerah Prov. Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana.

Dibuka Langsung Gubernur Ridwan Kamil

Dengan dukungan penuh Pemprov Jawa Barat, maka Gubernur Jawa Barat berkesempatan membuka langsung gelaran L20 Jawa Barat tersebut.

“Kalau melihat rangkaian komunikasi yang sudah kita lakukan mulai dari bulan April 2022, dan melihat bahwa isu ketenagakerjaan ini sangat penting untuk dibawa di kancah internasional, dilatarbelakangi banyaknya perusahaan multinasional di Jawa Barat, menurut saya, saya katakan, Pak Ridwan Kamil pasti akan membuka acara L20 Jawa Barat ini,” tandas Baharuddin.

Mengingat pentingnya L20 Jawa Barat 7-8 September 2022 mendatang, Baharuddin selaku PAC memberikan pesan kepada Serikat Pekerja/Serikat Buruh se-Jawa Barat untuk hadir pada gelaran L20 Jawa Barat tersebut.

“Selamat datang kepada kawan-kawan peserta L20 Jawa Barat yang akan dilaksanakan tanggal 7-8 september 2022 yang Insya Allah akan dibuka oleh Pak Ridwan kamil, untuk membawa konsep-konsep yang cemerlang, dan konsep itu akan kita bawa dalam bentuk rekomendasi yang akan dibawa oleh Tim L20 ke Presidensi G20 di Bali, Semoga kawan-kawan peserta L20, yang pasti pimpinan serikat buruh serikat pekerja, kita akan berdiskusi tidak hanya mengangkat persoalan tiga isu prioritas, kita juga akan mengangkat isu-isu lokal,” tandasnya.

“Jadi saya mengucapkan Selamat Datang, kita bertemu, berargumentasi pada 7 dan 8 September mendatang di Bandung, Jawa Barat,” pungkasnya. [REDHUGE/KBB]

Komentar