Menyongsong Hari Buruh Migran Internasional 2023

Menyongsong Hari Buruh Migran Internasional 2023

ILO Regional Asia dan Pasific mengadakan workshop tentang Digital Emigration Platform

Indonesia sebagai salah satu negara pengirim pekerja migran terbesar, sekitar 3-4 juta pekerja migran bahkan World Bank dalam researchnya tahun 2016 menyampaikan ada 9 juta pekerja migran Indonesia tersebar di seluruh dunia. Ada dua sumber dalam mengembangkan platform, yaitu Pemerintah Indonesia dan Serikat Buruh.

Baca juga:  SEBUMI-KSBSI Gelar Workshop Migran pada Side Event Kongres KSBSI ke 9,

KSBSI.ORG, JAKARTA - Dalam rangka menyongsong hari Pekerja Migran Internasional 2023 ILO Regional Asia dan Pasific mengadakan workshop tentang Digital Emigration Platform. Digitalisasi Emigration Platform adalah Platform Digital untuk urusan keemigrasian terhadap buruh migran. Untuk mempermudah layanan dan mengurangi biaya-biaya penempatan yang sela mini dikeluhkan oleh pekerja migran juga biaya-biaya lainnya, sehingga perlu terobasan baru yang murah, mudah dan cepat.

Yatini Sulistyowati Ketua Umum Serikat Buruh Migran dan Informal Indoensia (SEBUMI-KSBSI) menyampaikan, Indonesia sebagai salah satu negara pengirim pekerja migran terbesar, sekitar 3-4 juta pekerja migran bahkan World Bank dalam researchnya tahun 2016 menyampaikan ada 9 juta pekerja migran Indonesia tersebar di seluruh dunia. Ada dua sumber dalam mengembangkan platform, yaitu Pemerintah Indonesia dan Serikat Buruh.  Indonesia sudah mengembangkan berbagai platform dalam rangka melindungi pekerja migran antara lain :

  1. Jendela PMI yang diluncukan tahun 2019 oleh Kementerian ketenagakerjaan adalah aplikasi digital yang memberikan berbagai informasi yang terkait dengan pekerja migran seperti , MOU antara Indonesia dengan negara tujuan, Atase ketenagakerjaan di negara tujuan dari nama sampai kontak personnya, P3MI yang masih aktif dan telah di non aktifkan, aturan kebijakan negara Indonesia yang menyangkut PMI, Jaminan Sosial untuk PMI

  2. SISKOP2MI adalah Digital platform yang di kembangkan oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) 

  3. Save Travel yang dikembangkan oleh Kementerian luar negeri, di dalam aplikasi menyajikan info negara, dan dalam aplikasi ini lebih mengedepankan wni untuk melaporakan keberadaannya Ketika berkunjung ke luar negeri agar dapat terdeteksi dengan mudah jika terjadi masalah, aplikasi ini diperuntukan untuk semua warga negara tanpa terkecuali

  4. Portal Perduli WNI  aplikasi ini juga dilembangkan oleh Kemnterian Luar negeri tetapi ini dikhususkan buat pengaduan dan perlindungan, sertiap orang dapat mengadukan kasus yang dialami di luar negeri melalui aplikasi ini, di dalam aplikasi ini aka nada follow up, tetapi tidak semua orang bisa lihat hanya yang mengajukan permohonan karena ini dilindungi dengan PIN,.

  5. SIAPkerja aplikasi ini dikembangkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan pada tahun 2022 dan yang terbaru, aplikasi ini dikembangkan untuk memberikan inovasi baru dalam perikrutan calon pekerja, baik mereka yang akan bekerja di dalam negeri atau yang ke luar negeri, tinggal menuliskan jenis pekerjaan dan nominal gaji yang diharapkan. Di dalam aplikasi ini juga ada kolom nasehat, kepada calon pekerja untuk melakukan sertifikasi atau upgreat skill dengan melakukan diskursus yang telah disediakan juga dalam aplikasi ini.

  6. OSS one system submission, aplikasi ini di khususkan untuk pemberi kerja, untuk mendaftarkan jenis usaha, atau membuka lowongan kerja dan mengubah persyaratan kerja, aplikasi ini sudah diintegrasikan dengan SIAPkerja, jadi bagi pelamar bisa menemukan lowongan kerja secara otomatis.

Sayangnya aplikasi-aplikasi ditas belum sepenuhnya terkoneksi, sehingga pengguna masih perlu mengisi bebapa aplikasi untuk mendapatkan bantuan, dan aplikasi ini belum tersosialisasi ke Masyarakat desa atau rural area, sedangkan Pekerja Migran Indonesia mayorita di rikut dari Masyarakat rentan. 

Serikat Buruh  juga mengembangkan aplikasi digital untuk mengatasi tantangan dalam melakukan pengawasan Agency yang tidak patuh terhadap aturan, Aplikasi ini dikembangkan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Malaysia Trade Union Confederasion (MTUC), NGO Philipina dan (NGEFONT) Serikat Buruh Nepal yang di seponsori oleh International Trade Union Confederation (ITUC). Aplikasi tersebut di sebut Recruitment Advisor. Dalam aplikasi ini mengajak buruh migran aktif dan buruh migran purna untuk melakukan review terhadap agency yang memberangkatkan mereka dan Indonesia Per Juni 2022 telah mengumpulkan 1152 reviewers.

Ada pertanyaan dari Nillim Baruah bagaimana cara membuktikan bahwa ratting yang tercantum diaplikasi ini benar dan tervalidasi, Yatini  menyampaikan bahwa Agustus tahun 2022 KSBSI sudah mengundang KOnsultan Independen untuk memerika dan menganalisa hasil tersebut, konsultan juga mewawancarai secara rendem reviewer dan hasil benar tidak ada kesalahan mereka memberikan jawaban

Dalam rangka memperingati Hari Buruh Migran Internasional yang jatuh pada tanggal 18 Desember, Kami menyerukan Bahwa kemudahan dan fleksibilitas Pekerja Migran untuk memiliki kebebasan memilih pekerjaan, majikan dan agency  adalah hak setiap pekerja migran, tetapi data pribadi harus menjadi rahasia yang perlu dijaga, perketat pengawasan dan proteksi terhadap hacker menjadi bagian penting yang harus dikedepankan, sehingga data pekerja migran terlindungi, Selamat International MIgran Day 2023.


Komentar